Selasa, 11 Maret 2025

Sejarah dan Konsep Linguistik Terapan bagian 7

 

1.     Alasan yang dikemukakan oleh Mackey (1965) mengenai penggunaan istilah "linguistik terapan" oleh para guru bahasa?




Linguistik terapan adalah cabang ilmu linguistik yang berfokus pada penerapan teori linguistik untuk memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan bahasa. Salah satu tokoh yang memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman linguistik terapan adalah William Francis Mackey. Dalam bukunya tahun 1965, Mackey membahas bagaimana dan mengapa istilah "linguistik terapan" banyak digunakan oleh para guru bahasa. Artikel ini akan mengulas pandangan Mackey mengenai alasan penggunaan istilah tersebut dan bagaimana hal ini berkontribusi terhadap perkembangan linguistik terapan sebagai disiplin akademik.

Pandangan Mackey tentang Linguistik Terapan

1. Kebutuhan Akan Pendekatan Ilmiah dalam Pengajaran Bahasa

Mackey (1965) berpendapat bahwa para guru bahasa mulai menggunakan istilah "linguistik terapan" karena adanya kebutuhan untuk menerapkan metode yang lebih sistematis dan ilmiah dalam pengajaran bahasa. Ia menyatakan, "The teaching of languages must move beyond traditional practices and incorporate findings from linguistic science" (Mackey, 1965, hlm. 22). Dengan kata lain, penggunaan teori linguistik dalam pembelajaran bahasa memungkinkan pendekatan yang lebih efektif dan berbasis bukti.

2. Hubungan antara Teori dan Praktik

Salah satu alasan utama yang dikemukakan Mackey (1965) mengenai penggunaan istilah "linguistik terapan" oleh para guru bahasa adalah perlunya jembatan antara teori linguistik dan praktik pengajaran. Menurutnya, pendekatan linguistik yang hanya bersifat teoretis kurang relevan jika tidak dapat diimplementasikan dalam konteks pembelajaran bahasa. Ia menulis, "Applied linguistics serves as the necessary bridge between linguistic theory and the realities of language learning and teaching" (Mackey, 1965, hlm. 45).

3. Meningkatnya Kompleksitas dalam Pembelajaran Bahasa

Mackey juga menyoroti bahwa dengan meningkatnya kebutuhan global akan pembelajaran bahasa kedua, para pendidik harus mencari cara yang lebih efisien dan berbasis ilmiah untuk mengajarkan bahasa asing. Ia mencatat bahwa metode tradisional sering kali tidak cukup untuk memenuhi tantangan ini dan bahwa linguistik terapan menawarkan solusi yang lebih sistematis. "Language teaching is no longer just an art; it must also be a science" (Mackey, 1965, hlm. 67).

4. Peran Teknologi dan Inovasi dalam Pengajaran Bahasa

Dalam pandangan Mackey, teknologi memainkan peran penting dalam pengembangan linguistik terapan. Penggunaan media seperti rekaman audio, laboratorium bahasa, dan teknologi komputer dalam pembelajaran bahasa menunjukkan bagaimana linguistik dapat diterapkan secara langsung dalam pengajaran. Ia menekankan bahwa "new technologies in language teaching must be informed by linguistic research to maximize their effectiveness" (Mackey, 1965, hlm. 89).


Daftar Konten

👇👇👇


Senin, 10 Maret 2025

Sejarah dan Konsep Linguistik Terapan bagian 6

 

1.     Kapan istilah "linguistik terapan" pertama kali muncul, dan di mana?



Linguistik terapan adalah bidang studi yang menggunakan teori dan metode linguistik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bahasa dalam kehidupan nyata. Istilah "linguistik terapan" telah menjadi bagian penting dari studi bahasa, terutama dalam pengajaran bahasa, penerjemahan, dan analisis wacana. Namun, kapan dan di mana istilah ini pertama kali muncul masih menjadi pertanyaan penting dalam sejarah perkembangan disiplin ini. Artikel ini akan membahas asal-usul istilah "linguistik terapan" dan bagaimana penggunaannya berkembang seiring waktu.

Kemunculan Awal Istilah "Linguistik Terapan"

Awal Penggunaan di Amerika Serikat

Istilah "linguistik terapan" (applied linguistics) pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Menurut Kaplan (2010), istilah ini mulai digunakan secara resmi dalam lingkup akademik pada tahun 1940-an, terutama dalam konteks pengajaran bahasa kedua dan pendidikan bahasa. Universitas Michigan menjadi salah satu institusi pertama yang mengadopsi istilah ini dalam kurikulumnya.

Charles C. Fries, seorang ahli bahasa di Universitas Michigan, adalah salah satu tokoh utama dalam perkembangan linguistik terapan. Ia menekankan bahwa "studi linguistik harus memiliki aplikasi praktis dalam pengajaran bahasa dan komunikasi" (Fries, 1945, hlm. 12). Fries dan koleganya mulai mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis untuk menerapkan teori linguistik dalam pengajaran bahasa Inggris bagi penutur asing.

Perkembangan di Inggris

Meskipun istilah "linguistik terapan" pertama kali muncul di Amerika Serikat, konsep ini juga mulai berkembang di Inggris pada pertengahan abad ke-20. Salah satu tokoh penting dalam perkembangan linguistik terapan di Inggris adalah A. S. Hornby, yang berkontribusi dalam pengembangan metode pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Pendirian British Association for Applied Linguistics (BAAL) pada tahun 1967 menjadi tonggak penting dalam pengakuan formal linguistik terapan sebagai disiplin akademik di Inggris (Howatt & Widdowson, 2004).

Penyebaran dan Adopsi Global

Setelah berkembang di Amerika Serikat dan Inggris, istilah "linguistik terapan" mulai menyebar ke berbagai negara lain. Beberapa universitas di Eropa mulai mengadopsi istilah ini dalam program akademik mereka pada tahun 1950-an dan 1960-an. Di Jepang, pendekatan linguistik terapan mulai digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan komunikasi internasional (Honna, 1999).

Seiring waktu, lingkup linguistik terapan semakin meluas, mencakup bidang-bidang seperti forensik linguistik, penerjemahan, dan teknologi bahasa. Menurut Davies (2007), "linguistik terapan telah berkembang dari sekadar studi tentang pengajaran bahasa menjadi disiplin yang mencakup berbagai aspek penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata" (hlm. 34).

Istilah "linguistik terapan" pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dan menjadi populer di lingkungan akademik pada tahun 1940-an, khususnya dalam konteks pengajaran bahasa kedua. Inggris kemudian mengadopsi dan mengembangkan konsep ini lebih lanjut, yang pada akhirnya menyebar ke berbagai negara di dunia. Dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan komunikasi lintas bahasa, linguistik terapan terus berkembang dan beradaptasi untuk menjawab tantangan baru dalam studi bahasa.


Daftar Konten

👇👇👇