Mengapa Struktur Ilmiah Jurnal Tidak Selalu Cocok untuk Buku yang Ingin Dibaca
Jika Anda berlatar belakang akademik, kemungkinan besar format IMRAD
sudah seperti “bahasa ibu” dalam menulis:
·
Introduction
·
Methods
·
Results
·
And
·
Discussion
Format ini sangat berguna.
Sangat teruji.
Sangat penting dalam dunia jurnal ilmiah.
Namun masalah mulai muncul ketika format yang sama dipindahkan
mentah-mentah ke buku umum.
Lalu penulis bertanya dengan nada bingung:
“Kenapa bukunya terasa berat, ya?”
“Kenapa editor minta struktur diubah?”
“Kenapa pembaca cepat menyerah di tengah jalan?”
Jawabannya sering sederhana:
karena buku umum tidak ditulis untuk tujuan yang sama dengan
artikel jurnal.
![]() |
| Penerbitan dan Percetakan Buku Cemerlang | CV. Cemerlang Publishing |
1. Apa Itu Format IMRAD
dan Untuk Apa Ia Diciptakan?
Sebelum mengkritik, mari kita adil.
IMRAD diciptakan untuk:
·
Standarisasi publikasi
ilmiah
·
Memudahkan penilaian
sejawat
·
Menjamin transparansi
metode
·
Mempercepat komunikasi
ilmiah antarpakar
Dalam konteks jurnal:
·
Pembaca sudah siap secara
keilmuan
·
Tujuannya spesifik dan
sempit
·
Fokusnya pada temuan baru
IMRAD sangat tepat di habitatnya.
Masalahnya: buku umum bukan habitat IMRAD.
2. Buku Umum dan Artikel
Jurnal Punya DNA yang Berbeda
Artikel jurnal adalah:
·
Laporan penelitian
·
Alat uji akademik
·
Dokumen evaluatif
Buku umum adalah:
·
Media komunikasi gagasan
·
Produk intelektual
·
Sarana edukasi dan refleksi
Artikel jurnal bertanya:
“Apakah penelitian ini sahih?”
Buku umum bertanya:
“Mengapa ini penting untuk dipahami?”
Karena pertanyaannya berbeda, strukturnya pun harus
berbeda.
3. Masalah Utama IMRAD Saat Dipakai di
Buku Umum
a. Terlalu Cepat Masuk ke Mode Teknis
Format IMRAD membuat penulis:
·
Cepat masuk metode
·
Cepat masuk detail
·
Minim konteks awal
Pembaca buku umum belum siap.
b. Alurnya Tidak Mengikuti Logika Pembaca
IMRAD mengikuti logika penelitian.
Buku mengikuti logika pemahaman.
Pembaca ingin:
·
Konteks dulu
·
Masalah dulu
·
Relevansi dulu
Bukan langsung metode.
c. Bab Metode Menjadi “Tembok Bacaan”
Dalam buku, bab metode sering menjadi:
·
Bagian paling dilewati
·
Bagian paling melelahkan
·
Bagian yang memutus alur
narasi
Bukan karena metodenya tidak penting, tetapi karena cara
penyajiannya tidak ramah.
4. Buku Umum Butuh Alur Naratif, Bukan Alur Evaluatif
IMRAD bersifat evaluatif:
·
Ini latar belakangnya
·
Ini caranya
·
Ini hasilnya
·
Ini diskusinya
Buku umum bersifat naratif:
·
Ini masalahnya
·
Ini konteksnya
·
Ini perjalanan berpikirnya
·
Ini maknanya bagi kita
Narasi membantu pembaca:
·
Bertahan
·
Terlibat
·
Mengingat
5. Ilmu Tetap Bisa Kuat
Tanpa IMRAD
Kesalahpahaman terbesar adalah:
“Kalau tidak pakai IMRAD, bukunya jadi tidak ilmiah.”
Ini keliru.
Keilmiahan tidak terletak pada:
·
Nama bab
·
Urutan standar
·
Label metode
Keilmiahan terletak pada:
·
Kejujuran intelektual
·
Ketepatan argumen
·
Konsistensi konsep
·
Keterbukaan proses berpikir
Semua itu bisa ada tanpa IMRAD.
6. Bagaimana Metode Tetap Hadir Tanpa
Bab Metodologi?
Metode tidak harus menjadi satu bab kaku.
Dalam buku umum, metode bisa:
·
Disisipkan dalam cerita
proses penelitian
·
Dijelaskan secara naratif
·
Dirangkum di bagian awal
atau akhir
·
Dipindahkan ke lampiran
Pembaca tahu penelitian dilakukan dengan serius,
tanpa harus “dicekoki” prosedur teknis.
7. Contoh Struktur Buku yang Lebih Ramah
Alih-alih IMRAD, buku umum bisa menggunakan struktur seperti:
·
Bab 1: Mengapa Topik Ini
Penting?
·
Bab 2: Masalah yang Selama
Ini Diabaikan
·
Bab 3: Cara Kita Memahami
Fenomena Ini
·
Bab 4: Temuan dan Cerita di
Baliknya
·
Bab 5: Makna dan Implikasi
Ilmunya ada.
Metodenya ada.
Tapi pembaca diajak berjalan, bukan
diuji.
8. Dampak Positif Melepas IMRAD
Buku yang tidak terikat IMRAD:
·
Lebih enak dibaca
·
Lebih fleksibel strukturnya
·
Lebih luas jangkauan
pembacanya
·
Lebih kuat sebagai branding
keilmuan
Pembaca tidak merasa:
“Saya sedang membaca laporan.”
Mereka merasa:
“Saya sedang memahami sesuatu yang penting.”
9. Perspektif Penerbit: IMRAD Bukan Nilai Jual Buku
Dari sudut pandang penerbit:
·
Pembaca buku bukan reviewer
jurnal
·
Toko buku bukan ruang
sidang
·
Buku harus bertahan di
pasar
Naskah dengan format IMRAD kaku:
·
Lebih sulit diedit
·
Lebih sulit dipasarkan
·
Lebih terbatas audiensnya
Karena itu, penerbit profesional hampir selalu
menyarankan restrukturisasi.
10. IMRAD Tetap Penting—Tapi di Tempat yang Tepat
Ini bukan ajakan meninggalkan IMRAD sepenuhnya.
IMRAD tetap penting untuk:
·
Artikel jurnal
·
Prosiding
·
Laporan penelitian formal
Namun saat tujuan Anda adalah:
·
Edukasi publik
·
Penyebaran ilmu
·
Buku referensi umum
Maka format harus menyesuaikan tujuan,
bukan sebaliknya.
11. Buku Umum Adalah Seni Menyederhanakan Tanpa
Menyederhanakan Ilmu
Menulis buku umum adalah seni:
·
Mengubah laporan menjadi cerita
·
Mengubah prosedur menjadi
pengalaman
·
Mengubah data menjadi makna
IMRAD tidak dirancang untuk itu.
Penutup: Lepaskan Format, Pegang Makna
Format IMRAD adalah alat, bukan dogma.
Jika alat itu:
·
Menghambat pembaca
·
Mengubur gagasan
·
Membuat buku terasa dingin
Maka tidak ada dosa intelektual untuk melepaskannya.
Buku umum tidak harus mengikuti format IMRAD.
Yang harus diikuti adalah alur pemahaman pembaca.
📚✨
🔍 Konsultasi Naskah Buku Penelitian
Punya skripsi, tesis, disertasi, atau laporan penelitian?
👉 Ingin tahu apakah naskah Anda bisa dijadikan buku?
👉 Butuh pendampingan agar hasil riset Anda lebih berdampak?
📩 Hubungi kami sekarang untuk Konsultasi Naskah
📩 Kirimkan ringkasan penelitian Anda
CV Cemerlang Publishing
Mitra penerbitan buku berbasis ilmu dan penelitian
