Banyak penulis—terutama dosen, peneliti, dan akademisi—memiliki satu pertanyaan klasik saat ingin menerbitkan buku:
“Bukunya bisa pakai struktur laporan penelitian saja, kan?”
Jawabannya singkat: tidak cocok.
Jawaban panjangnya? Mari kita bahas pelan-pelan ☕📚
Artikel ini akan membongkar alasan fundamental mengapa
struktur laporan penelitian (seperti skripsi, tesis, disertasi, atau artikel
jurnal) tidak ideal jika diterapkan pada buku umum—baik buku
nonfiksi populer, buku referensi praktis, maupun buku pengembangan keilmuan
yang ingin menjangkau pembaca luas.
![]() |
| Penerbitan dan Percetakan Buku Cemerlang | CV. Cemerlang Publishing |
1. Laporan Penelitian dan
Buku Umum Punya Tujuan yang Berbeda
Hal paling mendasar yang sering dilupakan adalah:
laporan penelitian dan buku umum ditulis untuk tujuan yang berbeda.
Tujuan laporan penelitian:
·
Membuktikan hipotesis
·
Menjawab pertanyaan ilmiah
spesifik
·
Dipertanggungjawabkan
secara metodologis
·
Dinilai oleh penguji,
reviewer, atau komunitas akademik
Tujuan buku umum:
·
Menyampaikan gagasan
·
Mengedukasi pembaca secara
runtut dan nyaman
·
Menginspirasi, membuka
wawasan, atau memberi solusi
·
Dibaca oleh manusia biasa,
bukan penguji 😄
Karena tujuannya berbeda, cara bercerita dan struktur logikanya pun
harus berbeda.
2. Struktur Laporan Penelitian Terlalu Kaku untuk Pembaca
Umum
Mari kita lihat struktur laporan penelitian yang umum:
1. Pendahuluan
2. Tinjauan pustaka
3. Metodologi penelitian
4. Hasil dan pembahasan
5. Simpulan dan saran
Struktur ini sangat logis untuk dunia akademik, tetapi
bermasalah ketika dipindahkan mentah-mentah ke buku.
Masalah utamanya:
·
Terlalu formal
·
Minim narasi
·
Banyak istilah teknis
·
Alurnya “mundur” dari sudut
pandang pembaca awam
Pembaca buku umum tidak ingin langsung disambut definisi
operasional, variabel X dan Y, atau diagram alur penelitian.
Mereka ingin tahu dulu:
“Ini buku tentang apa?”
“Kenapa topik ini penting buat saya?”
“Apa manfaatnya kalau saya baca sampai selesai?”
3. Bab Metodologi adalah “Tembok
Psikologis” bagi Pembaca
Bab metodologi adalah bagian paling mematikan jika
dipaksakan masuk ke buku umum.
Bayangkan pembaca membuka buku dan menemukan kalimat seperti:
“Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
purposive sampling…”
Bagi akademisi, ini biasa.
Bagi pembaca umum, ini sinyal bahaya 🚨
Kenapa metodologi tidak cocok:
·
Pembaca umum tidak
perlu tahu cara penelitian dilakukan secara teknis
·
Mereka lebih tertarik pada hasil
dan makna
·
Detail metodologi justru
menghambat alur membaca
Dalam buku umum, metodologi cukup disamarkan, diringkas,
atau diceritakan secara naratif—bukan dijadikan satu bab kaku.
4. Buku Umum Butuh Alur Cerita, Bukan Alur Penelitian
Struktur laporan penelitian mengikuti alur kerja ilmuwan,
bukan alur berpikir pembaca.
Sedangkan buku umum idealnya mengikuti:
·
Alur logis pembaca
·
Rasa ingin tahu
·
Proses memahami masalah
·
Perjalanan gagasan
Buku yang baik biasanya:
·
Dimulai dari masalah nyata
·
Diikuti konteks dan cerita
·
Baru kemudian teori dan
konsep
·
Ditutup dengan refleksi
atau solusi
Itulah sebabnya banyak buku laris tidak dimulai dari teori,
tapi dari:
·
Kisah
·
Fenomena
·
Pertanyaan besar
·
Pengalaman sehari-hari
5. Bahasa Akademik Tidak
Ramah SEO dan Pasar Buku
Dari sisi SEO dan pemasaran, struktur laporan penelitian
juga kurang menguntungkan.
Masalah SEO:
·
Judul bab terlalu generik
(“Pendahuluan”, “Metodologi”)
·
Minim keyword populer
·
Tidak menjawab search
intent pembaca awam
Buku umum yang baik justru:
·
Menggunakan judul bab
komunikatif
·
Memakai kata kunci yang
sering dicari
·
Menjawab pertanyaan pembaca
Google
Contoh:
·
❌ Tinjauan
Pustaka
·
✅ Mengapa
Konsep Ini Penting dalam Kehidupan Sehari-hari?
6. Buku Umum Bukan Alat Uji Akademik
Banyak penulis akademik tanpa sadar menulis buku seolah-olah:
·
Masih diuji
·
Takut “kurang ilmiah”
·
Ingin menunjukkan semua
referensi
Padahal buku umum tidak mengharuskan pembaca diyakinkan lewat tabel,
statistik, dan footnote berlebihan.
Ilmiah ≠ rumit
Ilmiah ≠ membosankan
Buku umum yang baik:
·
Tetap berbasis riset
·
Tapi disajikan dengan
bahasa manusia
·
Fokus pada makna, bukan
prosedur
7. Buku Umum Memerlukan Desain Struktur yang Fleksibel
Struktur buku umum lebih lentur dan bisa disesuaikan dengan
target pembaca.
Contoh struktur buku umum:
·
Bab berbasis pertanyaan
·
Bab tematik
·
Bab berbasis studi kasus
·
Bab reflektif
Ini mustahil dicapai jika penulis terikat pada kerangka
laporan penelitian.
8. Laporan Penelitian = Dokumen, Buku Umum = Produk
Sudut pandang penerbitan juga berbeda.
·
Laporan penelitian adalah dokumen
akademik
·
Buku umum adalah produk
intelektual
Produk harus:
·
Nyaman dikonsumsi
·
Menarik dari awal
·
Relevan dengan kebutuhan
pasar
Karena itu, naskah buku umum perlu diedit struktural, bukan
sekadar diketik ulang dari skripsi atau disertasi.
9. Kesalahan Umum: “Tinggal Diubah Sedikit”
Banyak penulis berkata:
“Ini kan cuma disertasi, tinggal diubah sedikit jadi buku.”
Faktanya:
·
Yang diubah bukan cuma
bahasa
·
Tapi cara berpikir
·
Cara menyusun argumen
·
Cara berkomunikasi dengan
pembaca
Mengubah laporan penelitian menjadi buku umum adalah proses
rekonstruksi, bukan konversi.
10. Solusi: Pisahkan Cara
Meneliti dan Cara Menulis Buku
Menjadi peneliti hebat tidak otomatis menjadi penulis buku
yang komunikatif.
Solusinya:
·
Gunakan riset sebagai fondasi
·
Gunakan struktur buku
sebagai kendaraan
·
Gunakan bahasa populer
sebagai jembatan
Di sinilah peran editor, konsultan penerbitan, dan pendamping
penulisan buku menjadi krusial.
Penutup: Buku Umum Perlu
Dibaca, Bukan Diuji
Struktur laporan penelitian dibuat untuk:
·
Dipertanggungjawabkan
·
Diperiksa
·
Dinilai
Struktur buku umum dibuat untuk:
·
Dibaca
·
Dipahami
·
Dikenang
Jika tujuan Anda adalah menyebarluaskan ilmu, menjangkau
pembaca lebih luas, dan membangun branding keilmuan—maka lepaskan
struktur laporan penelitian, dan mulailah menulis buku sebagai medium
komunikasi, bukan pembuktian.
📖✨
🔍 Konsultasi Naskah Buku Penelitian
Punya skripsi, tesis, disertasi, atau laporan penelitian?
👉 Ingin tahu apakah naskah Anda bisa dijadikan buku?
👉 Butuh pendampingan agar hasil riset Anda lebih berdampak?
📩 Hubungi kami sekarang untuk Konsultasi Naskah
📩 Kirimkan ringkasan penelitian Anda
CV Cemerlang Publishing
Mitra penerbitan buku berbasis ilmu dan penelitian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar