Strategi Agar Riset Tidak Berhenti di Rak, Tapi Hidup di Tengah
Masyarakat
Salah satu keluhan klasik di dunia akademik dan penelitian adalah ini:
“Penelitiannya bagus, tapi kok tidak terasa dampaknya di masyarakat?”
Atau versi lainnya:
“Riset sudah selesai, tapi hanya dibaca segelintir orang.”
Masalahnya sering bukan pada kualitas penelitian, melainkan pada cara
mengaitkan temuan penelitian dengan isu terkini. Banyak riset
berhenti sebagai laporan formal, padahal di dalamnya tersimpan gagasan besar
yang sebenarnya sangat relevan dengan kondisi hari ini.
Di sinilah tantangan sekaligus peluangnya:
bagaimana membuat temuan penelitian tetap ilmiah, tapi juga
hidup, relevan, dan kontekstual?
![]() |
| kriteria kelayakan teknis dan dokumentasi |
Mengapa Penelitian Perlu
Dikaitkan dengan Isu Terkini?
Mari kita jujur sebentar.
Masyarakat umum tidak bangun pagi lalu berpikir, “Hari ini saya ingin
membaca metodologi penelitian.” 😄
Yang mereka cari adalah:
·
Jawaban atas masalah nyata
·
Penjelasan atas fenomena
yang sedang terjadi
·
Sudut pandang ahli terhadap
isu aktual
Jika temuan penelitian tidak dikaitkan dengan konteks kekinian, maka:
·
Riset terasa jauh dari
realitas
·
Sulit dipahami pembaca
non-akademik
·
Kurang menarik untuk
dibukukan
Sebaliknya, ketika penelitian dikaitkan dengan isu terkini, hasilnya bisa
luar biasa:
·
Lebih mudah dipahami
·
Lebih sering dirujuk
·
Lebih berdampak secara
sosial
·
Lebih kuat secara branding
keilmuan
Isu Terkini Itu Apa Sih?
Isu terkini bukan sekadar “yang viral di media sosial”.
Isu terkini bisa berupa:
·
Perubahan kebijakan publik
·
Fenomena sosial dan budaya
·
Perkembangan teknologi
·
Perubahan pola pendidikan
·
Dinamika dunia kerja
·
Krisis atau tantangan
masyarakat
Contohnya:
·
AI dan dampaknya pada
pendidikan
·
Kesehatan mental generasi
muda
·
Literasi digital dan hoaks
·
Transformasi pembelajaran
pascapandemi
·
Perubahan pola komunikasi
masyarakat
Isu-isu ini butuh perspektif ilmiah,
dan di sinilah penelitian Anda menjadi sangat relevan.
Penelitian Tidak Harus Baru untuk Bisa Relevan
Ini poin penting yang sering disalahpahami.
📌 Penelitian tidak harus
dilakukan tahun ini agar relevan dengan isu terkini.
Yang penting:
·
Sudut pandangnya tepat
·
Analisisnya diperluas
·
Konteksnya diperbarui
Banyak penelitian lama justru menjadi sangat kuat ketika:
·
Dibandingkan dengan kondisi
sekarang
·
Digunakan untuk menjelaskan
perubahan
·
Dijadikan dasar refleksi
kritis
Riset lama + isu baru = buku yang matang dan bernilai tinggi.
Cara Mengaitkan Temuan
Penelitian dengan Isu Terkini
1. Temukan Benang Merah antara Temuan dan Fenomena
Langkah pertama bukan mencari isu, tapi memahami inti temuan
penelitian Anda.
Tanyakan:
·
Masalah utama apa yang
dibahas?
·
Nilai apa yang ditemukan?
·
Dampak apa yang
diungkapkan?
Setelah itu, cari fenomena hari ini yang:
·
Memiliki pola serupa
·
Mengalami perkembangan dari
temuan lama
·
Menunjukkan relevansi
lanjutan
Contoh:
Penelitian tentang pola belajar → dikaitkan dengan pembelajaran digital hari
ini.
2. Gunakan Pendekatan “Implikasi Kekinian”
Salah satu kalimat paling kuat dalam buku berbasis riset adalah:
“Jika temuan ini dilihat dalam konteks hari ini, maka…”
Pendekatan ini membuat pembaca merasa:
·
Risetnya “hidup”
·
Tidak berhenti di masa lalu
·
Memberi makna bagi situasi
sekarang
Implikasi kekinian bisa berupa:
·
Tantangan baru
·
Peluang pengembangan
·
Risiko yang perlu
diantisipasi
3. Perbarui Data Pendukung, Bukan Mengganti Riset Utama
Banyak penulis takut mengaitkan riset dengan isu terkini karena mengira
harus:
·
Riset ulang besar-besaran
·
Mengganti data primer
Padahal tidak selalu demikian.
Cukup dengan:
·
Statistik terbaru
·
Kebijakan terbaru
·
Tren sosial terbaru
·
Referensi mutakhir
Temuan lama tetap menjadi fondasi, sementara isu terkini menjadi konteks
pembacaan baru.
4. Gunakan Contoh Nyata yang Sedang Terjadi
Isu terkini akan lebih terasa jika:
·
Diberi contoh konkret
·
Dikaitkan dengan pengalaman
sehari-hari
·
Dijelaskan melalui kasus
nyata
Ini sangat penting jika penelitian ingin:
·
Dibukukan
·
Dibaca masyarakat luas
·
Digunakan sebagai referensi
praktis
Bahasa ilmiah tetap dijaga, tapi cara penyampaiannya
lebih membumi.
Dari Laporan Penelitian
ke Buku yang Relevan
Mengaitkan temuan penelitian dengan isu terkini adalah kunci utama dalam:
·
Transformasi penelitian
menjadi buku
·
Perluasan audiens pembaca
·
Peningkatan nilai jual buku
Perubahan yang biasanya dilakukan:
·
Metodologi dipadatkan
·
Temuan diperluas dengan
refleksi kontekstual
·
Diskusi diarahkan pada
realitas hari ini
·
Bahasa dibuat lebih
komunikatif
Buku bukan lagi arsip akademik, tapi alat dialog antara ilmu
dan masyarakat.
Nilai Strategis untuk Branding Keilmuan
Bagi dosen, peneliti, dan praktisi, kemampuan mengaitkan riset dengan isu
terkini akan membangun citra sebagai:
·
Akademisi yang kontekstual
·
Pakar yang peka zaman
·
Peneliti yang relevan
secara sosial
Dampaknya:
·
Lebih sering dijadikan
rujukan
·
Lebih mudah dipercaya
publik
·
Lebih kuat personal brand
keilmuan
Buku yang lahir dari pendekatan ini sering menjadi:
·
Bahan diskusi
·
Referensi kebijakan
·
Bacaan wajib di kelas atau
komunitas
Peran Penerbit dalam
Kontekstualisasi Penelitian
Tidak semua penulis mampu melihat sendiri potensi isu terkini dari risetnya.
Di sinilah penerbit profesional berperan penting.
Penerbit yang berpengalaman akan:
·
Membantu memetakan
relevansi riset
·
Memberi masukan sudut
pandang aktual
·
Mengarahkan struktur buku
agar lebih kontekstual
·
Menjaga keseimbangan ilmiah
dan popular
Penerbit bukan sekadar pencetak, tapi mitra strategis
intelektual.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum:
·
Menyajikan data lama tanpa
konteks baru
·
Terlalu fokus pada teori
·
Menghindari isu aktual
karena takut kontroversi
·
Tidak menyesuaikan bahasa
dengan pembaca
Padahal, justru keberanian mengaitkan riset dengan realitas hari ini yang
membuat buku:
·
Lebih bernilai
·
Lebih relevan
·
Lebih dibutuhkan
Penutup: Ilmu yang Hidup adalah Ilmu yang Kontekstual
Penelitian sejatinya tidak berhenti ketika laporan selesai.
Ilmu akan benar-benar bermakna ketika:
·
Bisa menjelaskan zaman
·
Bisa membantu memahami
perubahan
·
Bisa memberi arah ke depan
Mengaitkan temuan penelitian dengan isu terkini adalah cara terbaik untuk:
·
Menghidupkan kembali riset
·
Memperluas dampak keilmuan
·
Menghasilkan buku yang
relevan dan berumur panjang
Jika Anda memiliki penelitian yang ingin:
·
Dibukukan
·
Dibaca lebih luas
·
Memberi dampak nyata
·
Menguatkan branding
keilmuan
Pastikan temuan tersebut berdialog dengan isu hari ini,
dan diterbitkan melalui proses editorial yang tepat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar